It was my first time going to Denai Alam. We gathered and parked our cars in front of OCBC Cheras. Then, we just need to cross the road to reach Bukit Besi. It took about 1 and half hour (including waiting time for some of the team members) to finish our hiking. I love to see the beautiful view from the top. Bukit Besi is the easiest one for me so far. As we finished hiking at Bukit Besi, we rushed to Bukit Dinding, Wangsa Maju for our second hiking. Alhamdulillah, we succeeded in hiking two hills yesterday!
You are the author of your own book of deeds.. Make sure it's worth a read on the day of judgement.
Popular Posts
-
In our life, we often use fractions to represent parts of a whole. Do you realize that? Okay, let’s look at examples of fractions that we us...
-
The Qur’an is Allah’s word which was revealed to His Last Prophet Muhammad (peace be upon him) to be conveyed and communicated to all humank...
-
The story of Hayy Ibn Yaqzan takes place on an island uninhabited by human beings. There Hayy is found alone as an infant. Philos...
Showing posts with label my life. Show all posts
Showing posts with label my life. Show all posts
Sunday, August 13, 2017
Tuesday, October 22, 2013
Ibu Tua Itu
Ibu tua itu masih setia menanti
Menunggu kehadiran si anak kesayangan yang
terlalu dirindui
Sesekali dia menjenguk ke luar jendela
Dia tampak resah bagai ibu kucing
kehilangan anaknya
Jika ditanyakan sesuatu bagi memulakan
bicara
Ibu tua itu lantas menjawab acuh tak acuh
Tidak senang orang lain mengganggu dunianya
Biarlah dia memikirkan tentang si anak
sendiri
Dan aku masih di sini
Tidak tahu apa yang harus kuperbuat
Aku galau memerhatikan si ibu tua
Ingin menolong tapi tiada mampu
Ya Allah, berikanlah aku kekuatan
Untuk menghadapi ragam
persekitaran
Yang kadangkala meragut damaiku
Kerana aku juga seorang anak.
Sunday, October 6, 2013
Alhamdulillah, finally...!
Assalamualaikum wbt…
Alhamdulillah, pejam celik rupa-rupanya
sudah 2 tahun saya berada di bumi Gombak demi menyambung pengajian di peringkat
sarjana. Sungguh cepat masa berlalu. Dan sekarang, saya sedang menghabiskan
hari-hari terakhir di sini. InsyaAllah, besok saya akan meninggalkan UIA
Gombak. Sedih… Walaupun hanya 2 tahun di sini, pengalaman yang saya lalui tidak
terhitung nilainya. Saya banyak belajar tentang manusia dan kehidupan di UIA yang berbeza.
UIA Gombak dan UIA Kuantan – kedua-duanya
kelihatan sama, tetapi mereka sebenarnya amat berbeza. Saya bersyukur kerana diberikan
kesempatan oleh Allah untuk mengenali kedua-duanya – tempat, suasana, budaya
dan orang-orangnya.
InsyaAllah, saya akan berkonvokesyen pada
16 November 2013. Alhamdulillah sempat juga berkonvo tahun ini selepas beberapa
baldi air mata tumpah untuk menyiapkan project paper. Hehe..
Ehem.. Terasa nak buat ucapan penghargaan
pulak kat sini :p
Pertama sekali, terima kasih Allah untuk
anugerah kehidupan dan nikmat tak pernah putus yang tak ternilai harganya.
Terima kasih buat mak ayah terchenta yang
sedia menjadi penyumbang dan pendengar setia di kala susah dan senang.
Terima kasih buat adik2, Najihah dan
Nabilah serta family tersayang untuk sokongan padu kalian.
Terima kasih buat para pensyarah dan teman2
yang tak jemu mendorong dan melayan kerenah saya - Dr Mohyani, Dr Joharry, Dr
Sharifah, Prof Rosnani.. Azniza Azrai, Aimi Shazwani, Norhalina, Nur Hanim,
Azlin Azmy dan Zulmaryan.
Tidak dilupakan, terima kasih buat adik2
usrah yang sentiasa bersama di kala susah dan senang.
Akhir sekali, terima kasih untuk semua yang
membantu saya secara langsung mahupun tak langsung.
Alhamdulillah.. Alhamdulillah..
Alhamdulillah..
P/s: “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?”
Sunday, April 28, 2013
Sabar-Senyum-Doa
Bismillah…
Alhamdulillah, dengan izin-Nya saya masih
bernafas dan dapat meneruskan perjalanan hidup untuk hari ini.
Segala puji bagi Allah – Penguasa dan
Pemilik segala yang ada di langit dan di bumi.
Semester ni sangat mencabar bagi saya. Segala
masalah dan cabaran datang serentak, daripada sekecil-kecil perkara hingga ke
sebesar-besar perkara. Semuanya menuntut kesabaran dan keteguhan hati… dan
waktu diuji sebegini saya benar-benar dapat merasakan keagungan dan kebesaran
Allah. Sungguh, sampai ke suatu tahap saya percaya tiada orang lain lagi yang
mampu menolong saya untuk mencari jalan keluar melainkan Dia. Saya berdoa dan
berharap keajaiban akan datang dari Dia, kerana saya percaya Dia-lah pemilik
alam semesta dan Dia-lah pemilik hati-hati manusia. Hanya Dia yang mampu
mengubah hati manusia untuk berbuat ‘sesuatu’ membantu saya.
Ketika ini, saya masih dalam proses untuk
memohon kelulusan bagi pengumpulan data. Proses ini sudah bertangguh
berminggu-minggu lamanya dek kerana konflik pada tajuk yang saya kaji dan juga
prosedur proses kajian. Saya hanya mampu merancang, tapi Dia ialah sebaik-baik
perancang. Dan saya percaya perancangannya lebih baik daripada saya. Apa yang
saya mampu lakukan sekarang hanyalah buat sehabis daya dan sehabis baik. Just do
the best, leave the rest to HIM. Saya perlu percaya, setelah saya buat yang
terbaik, apa yang bakal terjadi selepas ini adalah yang terbaik ditentukan oleh
Allah buat saya.. kerana suatu hari nanti, Allah tidak akan bertanya pada saya
apa keputusan yang saya dapat, tetapi apa yang saya telah lakukan sebagai usaha
saya sendiri.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah
keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...”
(ar-Ra’d:
11)
Sabar-Senyum-Doa
Walaupun senyum dah lain macam kadang2.. erk ;)
P/s: Rasa muka tebal berinci-inci
dek kerana terlalu banyak memaksa diri berjumpa dengan ramai orang ‘besar’
untuk mintak tolong dan bertanya itu ini… Ya Allah, Kau permudahkanlah… Ameen..
Wednesday, April 10, 2013
Don't Worry, Be Happy
Assalamualaikum,
How are you? Hope everybody is in the pink
of health.
Finally, I got the chance to write.
Yes, I’m a little bit busy along this
semester and will be busier after this post.
Guess what?
From now on, I only have about 4-5 weeks to
complete my project but suddenly I’ve to decide changing my topic. It seems
that I’ve no choice anymore. Better to cry now rather than crying tomorrow,
right? Oh, it’s very painful.
Whatever it is, I hope Allah will ease
everything for me. I’ll try to do the best and let Him to do the rest. And I have
to be strong enough to face all these ‘stuff’. T_T
P/s: Please pray for me, my dear
friends! I need your du’a…
Hope for the best, prepare for the worst.
Put your trust in HIM.
Friday, February 22, 2013
Statement of the Problem
Assalamualaikum. Hi there!
Ehem....This is my statement of the problem: "Creating the problem statement is the latest problem that I have for all this while." :p
According to Simon, the heart of a doctoral dissertation is the problem statement. Problem statement is the place where most committee members go first to understand and assess the merits of a proposal or a dissertation. The problem statement will tell the reader why we're doing the study and be convinced of its importance... so that the reader will not be left with an unanswered "so what?" question at the conclusion of the study.
What is the overriding problem?
Where is the problem found?
What needs to be done to solve the problem?
We need to convince the reader that this study must be done in 200 words or less (about 1-2 paragraphs)..
We have to provide evidence that this problem is serious and in need for further investigation..
We have to convince the reader that the problem can be solved with the methodology selected..
Okay, got it?
So, please help me to create my own problem statement! :p
P/s: The problem is to find a problem, to realize that it is a problem and to create the statement of the problem. That makes me gain more problems. :p
Ehem....This is my statement of the problem: "Creating the problem statement is the latest problem that I have for all this while." :p
According to Simon, the heart of a doctoral dissertation is the problem statement. Problem statement is the place where most committee members go first to understand and assess the merits of a proposal or a dissertation. The problem statement will tell the reader why we're doing the study and be convinced of its importance... so that the reader will not be left with an unanswered "so what?" question at the conclusion of the study.
What is the overriding problem?
Where is the problem found?
What needs to be done to solve the problem?
We need to convince the reader that this study must be done in 200 words or less (about 1-2 paragraphs)..
We have to provide evidence that this problem is serious and in need for further investigation..
We have to convince the reader that the problem can be solved with the methodology selected..
Okay, got it?
So, please help me to create my own problem statement! :p
P/s: The problem is to find a problem, to realize that it is a problem and to create the statement of the problem. That makes me gain more problems. :p
Sunday, December 30, 2012
Jalan-jalan Cari Pahala
Jumaat, pagi.
Setelah selesai melakukan tugasan di masjid, saya mencari
tempat untuk berehat sebentar sementara menanti tamat waktu bertugas. Sekejap buka
Quran, sekejap baca buku. Tiba-tiba saya disapa oleh seseorang.
“Assalamu’alaikum.”
“'Alaikumussalam.”
“Kaifa haluki?”
“Alhamdulillah, bikhoir.”
“MasyaAllah… Blablalala…” (Alamak, dia speaking Arab pulak
dengan saya… sudah!)
“Sorry, I can’t understand you. I just remember the basic
Arabic.”
Jujur saya mengaku sambil tersenyum.
“Oh, I see. Are you Kelantan?”
“No, I’m not.”
“I’m finding someone from Kelantan… blablabla..” (dia cakap
arab lagi da)
Dia ialah seorang wanita. Kelihatan usianya sekitar 40-an. Kemudian
dia berlegar-legar mencari orang yang dimaksudkan. Kemudian, dia datang semula
ke tempat saya duduk tadi.
“What are you doing?”
“Are you studying? Are you reading Quran?”
“I just read the translation.”
Dia tanya saya dalam B. Arab.. “Can you read Quran?”
“Yes.”
Selepas tu, semua percakapannya dalam bahasa Arab. Oh, saya
memang blur. Hanya boleh menangkap beberapa patah perkataan.
Tengah blur tu, tiba-tiba muncul pula dua orang perempuan muda
berpurdah. Mereka senyum-senyum pada saya bila tengok saya tak faham percakapan
makcik tadi. Salah seorangnya datang dan menjadi penterjemah.
Katanya makcik tu
nak saya bacakan Quran, kemudian dia nak terjemahkan.
Saya pun membacakan separuh daripada muka surat dan makcik
tadi menterjemahkan dalam bahasa Arab, dan perempuan tadi menterjemah ke dalam
bahasa Melayu. Makcik tu menceritakan tentang ‘Arasy Allah – makhluk Allah yang
paling besar. Juga sifat-sifat Allah yang tidak sama dengan manusia dan
kebesaran Allah yang mencipta bumi, langit, sungai-sungai, tumbuhan dan sebagainya.
Juga mentafsirkan ayat ke-11 surah Syura.
Saya mendengar dalam kedua-dua bahasa, sambil
mengangguk-angguk faham. Dalam masa yang sama, hati saya masih tertanya, “Siapa
makcik ni? Siapa pulak penterjemah ni?”
Subhanallah. Saya memang blur.
Setelah selesai makcik tadi menterjemah, barulah kami
berkenalan. Makcik tadi berasal dari Lubnan. Salah seorang perempuan tadi pula ialah
pelajar UM. Saya pun bertanya pada mereka, bagaimana boleh kenal makcik tadi. Salah
seorangnya mengaku pernah berjumpa beliau pada tahun lepas, di masjid yang
sama.
Mereka tidak pernah berjanji. Tapi hari ini mereka bertemu
lagi. Hanya untuk berkongsi dan bercerita tentang keagungan Allah.
Dalam hati saya berkata, "Mungkin makcik tadi nak berkongsi ilmu yang dia ada. Sekurang-kurangnya dapat juga pahala, dan pahala akan berganda-ganda lagi apabila ilmu yang dikongsi tu diamalkan oleh orang lain. Dan betapa pemurahnya Allah, orang yang menyampaikan ilmu akan mendapat pahala yang sama dengan pahala orang yang mengamalkan ilmu yang diajarkan tadi, tanpa berkurang sedikitpun.
MasyaAllah!
Dan saya berazam untuk berkongsi ilmu yang saya ada dengan orang terdekat di sekitar saya, biidznillah...
"Bertaqwalah kepada Allah walau di mana
jua kamu berada, dan turutilah segala kejahatan yang kamu lakukan itu dengan
kebaikan, nescaya ia akan menghilangkan kejahatan tersebut. Dan berakhlaklah
kepada manusia dengan akhlak yg mulia."
(Hadis Riwayat At-Termizi dan Ahmad)
(Hadis Riwayat At-Termizi dan Ahmad)
P/s: Kena banyak buat baik, moga-moga pahala kebaikan yang dibuat mampu untuk memadam dosa-dosa lalu. Allah menilai walau sekecil-kecil kebaikan...
- senyum itu sedekah
- menolong orang dalam kesusahan itu sedekah
- solat dhuha itu sedekah
- membuang benda yang menghalang laluan/ jalan itu sedekah
- memberi nasihat itu sedekah
- berzikir itu sedekah
- merenung ciptaan Allah sambil mengingati-Nya juga sedekah
- niat nak buat baik, dah dapat 1 pahala. belum buat lagi tu..
Sunday, November 11, 2012
Kanak-kanak Ribena
Dahulu semasa saya masih di bawah graduasi (baca:
undergraduate), teman-teman sangat gemar menggelarkan saya sebagai kanak-kanak ribena.
Tapi selepas tamat belajar dan bekerja sementara, saya akhirnya telah bertemu
dengan kanak-kanak yang lebih ribena daripada saya. Eh.
Saya suka tengok gambar budak-budak ni kalau stress. Tsk tsk..
Dan tadaa… Saya ada cerita untuk dikongsikan sementelah saya tidak bekerja lagi
di situ dan saya rasa selamat untuk bercerita tanpa ada rakan-rakan yang cuba
untuk menskodeng tempat saya bekerja *sambil toleh kiri kanan* Hehehe…
Ini Ammar Aizat. Setiap kali saya nak ajar Iqra’, memang
berhempas-pulas dengan budak ni. Semua cara saya pernah cuba – dari cara lembut
sampai cara kasar. Pujuk bagai, ugut tak bagi balik rumah kalau taknak ngaji,
tarik telinga, pegang kepala serta tarik kaki dan tangan untuk paksa dia ngaji.
Haish. Memang saya tak dapat nak tahan rasa nak gelak besar-besaran semasa
melakukan semua perbuatan di atas. Tapi dia masih buat ‘dunno’ dengan memandang
ke tempat lain atau memejam mata, semata-mata sebab taknak baca Iqra’!
Ini pulak Aina Faqihah. Budak bijak yang petah bercakap.
Awaslah cikgu kalau berkata-kata dalam kelas tanpa berfikir terlebih dahulu.
Setiap butiran dan leteran kata-kata saya dalam kelas diikutnya dengan gaya
yang garang tu. Huii, memang sebijik lah, boleh masuk pertandingan ‘tiru gaya
cikgu’. Cikgu yang malu sendiri. Huhuhu…
Ini pulak Amier Suhairi. Bagus budaknya. Hormat cikgu dan
mendengar kata, err tapi hanya untuk beberapa minit ja. Kalau ada ‘geng’, suka
menghilangkan diri dari kelas. Berlari keluar tanpa pengetahuan cikgu, sampai
cikgu kena main kejar-kejar dengan dia, kepung untuk tangkap dia masuk semula
dalam kelas. Peluh hooo.. Tapi kalau takdak ‘geng’, baik dan santun. Siap tarik
tangan cikgu, ajak cikgu teman main papan lungsur. Hihi..
Ini namanya Nur Atiqah. Nampak diam dan pemalu. Ke mana-mana
pasti dengan botol susu. Kalau botolnya diambil, nanti siaplah cikgu dengar
‘nyanyian’nya nakkan botol balik. Kalau waktu ngaji Iqra’ pun taknak lepas
botol susu. Kadang-kadang kalau mood tak baik dan tak mau mengaji, botol susu
tulah yang saya jadikan umpan untuk paksa dia ngaji. Culik botol susu, nanti
dia akan ikut apa yang cikgu suruh, asalkan dapat balik botol. Heh.
Ini pulak Syed Nasrin. Nampak hensem dan macho. Tapi setiap
pagi akan meraung bila dihantar ke tadika. Cikgu kena cukup tenaga untuk heret
ini budak masuk ke dalam pagar tadika. Kalau tengah mengajar pun, tiba-tiba
boleh berlinang air mata, “nak balik” katanya. Time makan pun kena pujuk. Cara
keras memang tak pandang. Jadi, cikgu kena berlembut dan cakap dengan kasih
sayang baru cair. Haih.
Yang ini namanya Nurin Farhana. Manja dan mudah mesra dengan
cikgu. Tapi kalau dia buat salah dan ditegur atau dimarahi cikgu, tiada
kompromi dia nak buat apa-apa kerja yang cikgu suruh selepas tu. Budak bijak
juga ni. Tahu apa yang dia akan jawab kat cikgu bila ditanya kenapa duduk
jauh-jauh dan tak nak buat kerja yang cikgu suruh? “Tadi cikgu marah kite,
sekarang cikgu nak suruh-suruh kite buat keje pulak.” Adoila… Hmm, di sini
cikgu perlu menjelaskan rasional tindakan cikgu sebelum ini dalam usaha memujuk
dan menyejuk hati budak comel ini. Haha.. Padan muka cikgu!
Hmm, cerita di atas belum lagi bab tiba-tiba seluar basah dan cikgu kena salin seluar baru, bab pijak-memijak kawan-kawan yang lebih lemah, bab menangis hampir setiap jam bermula pagi hingga tengah hari dan bab cikgu sebut nama polis untuk menakutkan murid. Maaf ye pakcik polis. Saya terpaksa guna nama polis, sebab anak murid saya tak pernah takut dengan cikgu. Dia hanya takut untuk membuli kawan-kawan jika nama pakcik polis disebut. Hua...
P/s: Aku kangen bangat sama ini anak-anak. Kalaulah budak-budak ni tahu yang cikgu mereka pun suka menangis sama macam mereka.. Oh, alangkah!
Moral:
*Satu muhasabah diri, selepas 4 bulan bergelar guru tadika dan lebih setahun menambahkan ilmu dalam bidang pendidikan. Saya masih jahil sewaktu menjadi guru ketika itu dan sebenarnya banyak perkara yang perlu dibaiki.. :(
Moral:
- Seorang guru sepatutnya menjadi contoh teladan kepada murid. If you want to teach your student about patient, you have to be patient at the first place.
- Guru perlu rajin menggali ilmu sebelum masuk ke kelas. A teacher need additional reading in order to deliver their lesson effectively. The content subject and the method of delivery - both are important in teaching learning process.
- Wahai guru, layanlah anak murid anda sebagaimana anda mahu anak anda sendiri dilayan oleh guru mereka nanti. Treat your students the way you want your children to be treated.
*Satu muhasabah diri, selepas 4 bulan bergelar guru tadika dan lebih setahun menambahkan ilmu dalam bidang pendidikan. Saya masih jahil sewaktu menjadi guru ketika itu dan sebenarnya banyak perkara yang perlu dibaiki.. :(
Subscribe to:
Posts (Atom)
Matematik dan Al-Quran
Assalamualaikum. Sebelum ni saya ada kongsikan tentang pecahan dan mengaitkannya dengan al-Quran dalam post Fractions in Daily Life ....










